Menu Close

Kian Nyaman Bareng Thomas Tuchel, Jorginho Bongkar Masalah Chelsea Era Frank Lampard

Pemain tengah Chelsea, Jorginho, terang terangan membongkar aib The Blues saat dilatih Frank Lampard. Jorginho sendiri kini tengah menikmati masa indah di Chelsea setelah Thomas Tuchel mengambil alih kepemimpinan dari tangan Frank Lampard. Jorginho tanpa ragu langsung menunjuk Frank Lampard sebagai aktor kemerosotan performa Chelsea di awal dan tengah musim Liga Inggris 2020/2021.

Pemain berdarah Brasil Italia itu bahkan menuding Super Lamp dapat akses cepat untuk bisa melatih tim sebesar Chelsea. Ia bukannya tanpa alasan saat mengacungkan jarinya kepada sosok top skorer sepanjang masa klub. Pemain berusia 29 tahun itu menduga status legenda yang disandang Frank Lampard di klub asal London itu membuat penilaian terhadap CV nya berubah.

Keponakan Harry Redknapp ini dianggap masih merintis karier sebagai seorang pelatih profesional tatkala datang ke Stamford Bridge menggantikan Maurizio Sarri. Sejatinya, Super Lamp datang ke Chelsea dengan memiliki modal melatih di divisi Championship. Derby County menjadi klub yang mau memberi amanah untuk Lampard agar sudi melatih tim berlambang kambing gunung itu.

Alhasil, Lampard memulai karier sebagai pelatih profesional pada 2018 bersama Derby County. Dan mengakhirinya pada 2019, ketika Chelsea datang menyodorkan proposal. Jorginho merasa hal itu belumlah cukup untuk dapat langsung masuk sebagai pelatih utama Chelsea.

"Dengar, saya akan jujur tentang Frank Lampard. Saya yakin dia diberi kepercayaan melatih di sini karena dia adalah legenda klub," ungkap Jorginho dikutip dari Football London . "Dia melompati beberapa tahapan yang diperlukan untuk belajar sebelum pindah ke klub sebesar ini." "Menurut saya, dia jelas melewatkan beberapa tahap dalam karier melatihnya," sambungnya.

Jorginho sendiri tak menjadi pilihan utama Frank Lampard selama melatih Chelsea. Pemain Timnas Italia ini bahkan hanya tampil 90 menit di bawah kendali Super Lamp sebanyak 4 kali saja. Namun, kondisinya berbalik 180 derajat setelah Thomas Tuchel datang ke Chelsea.

Skeman 3 4 3 atau 3 4 2 1 yang diterapkan Tuchel menyisakan satu tempat untuk seorang Jorginho di starting eleven. Ia sering berduet dengan N'Golo Kante atau Mateo Kovacic untuk mengawal lini tengah The Blues. Jorginho berubah dari seorang pemain yang kerap menghuni bangku cadangan di era Frank Lampard menjadi pemain tengah ulung bersama Thomas Tuchel.

Jorginho lantas sedikit menambahkan apa yang sudah ia katakan tentang Frank Lampard. "Dia datang ke klub di mana ia dianggap sebagai seorang legenda, tanpa memiliki pengalaman melatih di klub lain," ujar Jorginho. "Saya rasa dia datang terlalu dini."

"Ia melewati beberapa tahap dan belum siap untuk pekerjaan di level seperti ini, sejujurnya," lanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *