Menu Close

Pentingnya Melakukan Diversifikasi Investasi

Diversifikasi Investasi

Kegiatan investasi merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan guna memastikan aset milik Anda tidak tergerus oleh inflasi yang terjadi. Untuk bisa mencapai tujuan itu, maka di sini portofolio investasi Anda merupakan sesuatu yang sangatlah menentukan.

Portofolio investasi yang benar-benar baik bukanlah yang menempatkan semua dana di satu instrumen atau jenis investasi. Portofolio investasi yang baik yaitu mempunyai diversifikasi untuk segi instrumen maupun produk.

Namun sayangnya memang tidak semua orang bisa memahami mengenai betapa pentingnya diversifikasi investasi tersebut. Tidak semua orang pula mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk melakukan diversifikasi dengan bijak.

Karena itu, jangan sampai Anda termasuk dalam model investor yang tidak paham dalam melakukan diversifikasi. Memahami definisi hingga urgensi diversifikasi menjadi sangatlah penting untuk Anda yang telah terjun di dalam dunia investasi ini.

Apa Pentingnya Diversifikasi Investasi?

 

Definisi untuk diversifikasi portofolio investasi sebenarnya disini memang sangatlah mudah. Penyebaran dana dimaksudkan supaya suatu resiko terjadi pada instrumen investasi, maka kerugian nantinya tidak akan membuat Anda jadi bangkrut.

Bahkan dengan melakukan kegiatan diversifikasi tersebut, nantinya Anda juga akan mampu untuk memaksimalkan potensi keuntungan. Biasanya saat melakukan diversifikasi ini Anda sudah melirik lebih dahulu beberapa instrumen investasi yang memang dianggap mampu memberikan imbal hasil yang cukup memuaskan.

Sebagian besar orang akan memilih untuk membedakan karakteristik investasi dalam melakukan diversifikasi tersebut. Karakteristik yang dimaksud di sini yaitu mengarah pada beberapa hal. Namun yang umum dilihat yaitu likuiditasnya. Dana yang memang bertujuan jangka panjang tersebut ditempatkan dalam instrumen yang mempunyai likuiditas rendah, seperti reksadana, saham, obligasi.

Kemudian untuk tujuan jangka pendek penempatan dana dalam instrumen investasi yang memiliki karakteristik sangat likuid. Seperti contohnya peer-to-peer landing. Saat ini peer to peer di Indonesia memang tengah marak di pilih oleh para generasi muda karena menawarkan imbal hasil yang cukup tinggi bagi para investornya.

Selain pertimbangan dalam sisi likuiditas, diversifikasi investasi seringkali juga disebar dalam beberapa instrumen yang mempunyai profil risiko berbeda-beda. Saat Anda ingin memilih instrumen dengan potensi keuntungan besar, maka disini Anda pun perlu bersiap dengan risiko kehilangan uang yang juga besar.

Namun dengan Anda menyebar sebagian dana ke instrumen yang mempunyai resiko rendah, Andapun dapat meminimalisir nilai kehilangan uang nantinya. Selain itu, kesempatan untuk memperoleh keuntungan masih tetap ada sekalipun terbilang kecil. Contoh investasi yang mempunyai resiko besar dengan potensi keuntungan tinggi yaitu saham.

Sementara itu untuk investasi yang mempunyai resiko kecil dengan potensi keuntungan terbatas yaitu obligasi maupun deposito. Jika ingin resiko yang tidak terlalu tinggi, namun disini Anda berharap keuntungan yang didapat cukup besar, maka Anda bisa menggunakan peer to peer lending.

Melakukan diversifikasi investasi ini merupakan hal yang sangat penting. Dalam melakukan kegiatan tersebut nantinya Anda bisa memilih dua jenis. Untuk jenis pertama yaitu diversifikasi investasi yang dilakukan secara vertikal. Sedangkan untuk pilihan lainnya yaitu jenis diversifikasi horizontal.

Diversifikasi Vertikal

Jenis diversifikasi yang pertama yaitu diversifikasi investasi secara vertikal. Ini merupakan salah satu cara melakukan diversifikasi invresiko pada satu instrumen yang sama. Seperti contohnya disini Anda mempunyai investasi dengan jenis saham. Setiap emiten saham mempunyai tingkat risiko yang tidak sama. Nantinya Anda dapat melakukan proses penyebaran dan penempatan dana tersebut untuk meminimalkan resiko.

Sebagian dana nantinya bisa Anda tempatkan dalam jenis saham yang tergolong aman dan jangka panjang serta memberikan bagi hasil yang tidak terlalu tinggi. Sebagian lainnya bisa Anda letakkan pada jenis saham yang cukup fluktuatif dengan tingkat resiko besar dan keuntungan luar biasa.

Diversifikasi Horizontal

Merupakan model diversifikasi yang mana di sini peletakan dana pada berbagai macam jenis instrumen yang mempunyai tingkat likuiditas, risiko serta potensi keuntungan yang berbeda-beda. Penempatan dana tersebut disebar ke banyak model instrumen investasi dan akan membuat Anda bisa melihat manakah kira-kira instrumen yang terbaik untuk tujuan finansial Anda.

Nantinya Anda pun bisa memisahkan jenis-jenis dokumen apa yang akan dipakai untuk memperoleh tujuan jangka menengah dan mana yang kira-kira digunakan untuk memperoleh tujuan jangka panjang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.